Dokumentasiperangkat lunak untuk pengguna akhir dapat mengambil satu atau beberapa dari banyak bentuk : cetak manual, dokumen PDF, file bantuan, atau bantuan online. Setiap bentuk dirancang untuk menunjukkan pengguna bagaimana menggunakan masing-masing fungsi program, baik dalam bentuk langkah-langkah atau tutorial.
LangkahYang Tepat Untuk Membuat Chart Adalah - Blok range data.Klik ribbon Insert pilih Recommended Carts, Fals ⢠Ditanyakan 7 bulan yang lalu Langkah Yang Tepat Untuk Membuat Chart Adalah. 0. 0. 0. Edit Delete Report. Belum tersedia. Lebih banyak komentar
Danuang yang sudah anda investasikan akan terbuang sia-sia. Waktu adalah uang. Perhitungkan waktu yang anda habiskan untuk menjalankan usaha, karena waktu juga merupakan modal pokok dalam berbisnis. Hitung untung ruginya setiap kita mau melangkah. Dengan demikian tidak akan ada waktu yang erbuang secara percuma. Utamakan pelayanan
1 Coba tutup dan buka kembali aplikasi WhatsApp Web. Sebenarnya banyak sekali cara mengatasi agar WhatsApp bisa kembali dibuka di laptop. Jika diperhatikan, langkah-langkahnya juga tidak terlalu sulit. Yang penting pertama adalah saat WhatsApp Web tak bisa dibuka di laptop, Anda tidak usah terlalu panik dan khawatir.
. Saat Anda membangun sebuah sistem, pastinya pernah menemukan bahwa sistem yang Anda buat terdapat âsesuatuâ yang berjalan tidak seperti yang diharapkan. Hal tersebut bisa dikarenakan adanya bug pada sistem yang dibuat. Lalu, apa itu bug dan bagaimana perbaikannya? Sebelum membahas lebih jauh tentang bug, kita perlu mengetahui apa itu bug. Secara harfiah, arti kata bug dalam bahasa inggris adalah serangga. Namun dalam Sistem informasi bug artinya kesalahan yang terdapat pada sebuah sistem dan membuat sistem berjalan tidak normal atau bahkan menyebabkan sistem yang Anda buat error. Bug biasanya banyak ditemukan pada perangkat lunak software. Error yang terjadi karena adanya bug pada sistem banyak contohnya seperti aplikasi menjadi hang, aplikasi tertutup secara tiba-tiba, tampilan layar menjadi hitam. Salah satu contoh bug yang terkenal, dan mungkin Anda juga pernah mengalami adalah Blue screen pada OS windows. Selain menyebabkan sistem error, bug juga bisa menghadirkan akibat yang lebih serius, seperti bocornya data yang tersimpan di sistem yang Anda buat. Mengapa hal itu bisa terjadi, karena bug tersebut memiliki celah yang dapat dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk membobol sistem. Karena sistem sudah bobol, maka oknum ini akan dapat mengakses semua fitur dan data pada aplikasi atau sistem yang sudah Anda buat. Jenis-Jenis Bug Pada sistem komputer terdapat beberapa jenis atau tipe bug, diantaranya adalah sebagai berikut Runtime bugBug jenis ini muncul saat aplikasi yang dibuat berusaha menjalankan sebuah proses yang sebenarnya bukan proses dari sistem yang dibuat pada aplikasi yang dijlankan. Syntax bugBug ini muncul karena adanya kesalahan pada syntax atau script di aplikasi yang dibuat. Syntax pada aplikasi harus ditulis secara benar, karena apabila terdapat kesalahan walaupun hanya satu karakter, akan berpengaruh pada sistem yang dibuat. Logic bugBug type ini umumnya muncul saat sistem melakukan salah eksekusi pada sebuah perintah, sehingga menyebabkan output dari perintah yang dihasilkan tidak sesuai. Arithmetic bugBug ini muncul ketika melakukan eksekusi perintah yang berupa kalkulasi. Interfacing bugBug ini muncul ketika adanya masalah kompatibilitas pada sistem atau API yang digunakan, sehingga bermasalah ketika sistem ditampilkan. Penyebab bug Setelah kita mengetahui apa itu bug dan jenisnya, maka kita perlu mengetahui juga apa saja penyebab terjadinya bug. Penyebab terjadinya bug antara lain adalah sebagai berikut Kesalahan ManusiaKebanyakan penyebab terjadinya bug, karena kesalahan dari sisi manusia. Karena dibuat manusia tentulah sistem yang dibuat tidak akan sempurna 100%. Kompatibiltas dengan hardware dan software bug yang kedua adalah sistem yang dibuat tidak kompatibel dengan hardware atau software pendukung lain yang digunakan. Komunikasi antar team tidak yang baik sangat diperlukan dalam pembuatan sebuah sistem, terutama sistem yang kompleks. Komunikasi yang tidak baik, atau adanya egosime dari anggota team, dapat membuat sistem yang dibuat menjadi kurang optimal, dan memicu terjadinya bug. DeadlineSistem yang dikerjakan dengan deadline yang sudah mepet, akan membuat sistem dibuat terkesan terburu-terburu, sehingga ketelitian dalam pembuatan sampai testing. Cara mencegah dan memperbaiki bug Bug tidak bisa diperbaiki 100%, yang bisa dilakukan adalah mencegah untuk memperkecil kemungkinan bug menyerang sistem yang kita buat. Berikut beberapa cara mencegah atau memperbaiki bug. Komunikasi yang baik Langkah yang pertama bisa dilakukan adalah menjalin komunikasi yang baim antar anggota tim dalam melakukan develop sebuah sistem, sehingga pembuatan sistem dapat lebih baik dan lebih terorganisir. Gunakan jasa software analysis dan software testing Software analysis akan membantu Anda dalam menaganalisa lebih dalam pada sistem yang dibuat, dengan harapan sistem yang kita buat sudah sangat baik, dan tidak banyak mengandung bug. Begitupun dengan software testing, yang dapat membantu kita sebagai developer dalam melakukan testing pada sistem yang sudah dibuatm dan memastikan semua fungsi sistem berjalan normal seperti yang diharapkan. Audit dan update script secara berkala Langkah ini penting, karena semakin lama bug berada di sistem Anda maka bug dapat berkembang jika tidak ditangani secara serius. Anda harus melakukan audit dan update secara berkala, untuk memastikan sistem yang Anda buat sudah aman dari terjadinya bug. Demikian artikel kami tentang apa itu bug serta cara memperbaikinya, semoga bermanfaat. Syahrizal Widiarto
Pendahuluan Pernahkah kamu mengalami situasi ketika sebuah aplikasi yang kamu gunakan tiba-tiba berhenti berfungsi atau bahkan crash? Atau mungkin kamu pernah mengunjungi sebuah website yang tidak dapat diakses karena terdapat error atau bug? Bug atau kesalahan dalam software, website, atau aplikasi dapat terjadi kapan saja dan mengganggu pengalaman pengguna. Maka dari itu, penting untuk mempelajari apa itu bug, penyebab terjadinya bug, serta cara mengatasinya. Pada artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang topik tersebut. Kamu akan belajar tentang berbagai jenis bug, cara mengatasi bug, serta alat-alat debugging yang dapat membantu dalam menemukan dan memperbaiki bug. Selain itu, kita juga akan melihat beberapa contoh kasus bug yang terjadi pada software dan website terkenal. Jadi, jangan lewatkan untuk membaca artikel ini sampai habis agar kamu dapat lebih memahami tentang apa itu bug dan bagaimana cara mengatasinya. Apa itu Bug? Definisi Bug Bug adalah kesalahan atau cacat yang terjadi pada software, website, atau sistem. Kesalahan ini terjadi karena kesalahan pengodean atau kesalahan dalam proses pengembangan. Sebuah bug dapat menyebabkan software, website, atau sistem tidak berfungsi dengan benar atau bahkan crash. Sejarah Kemunculan Bug Sejarah bug berasal dari tahun 1947 ketika seorang insinyur bernama Grace Hopper menemukan bug di komputer Harvard Mark II. Bug tersebut ternyata adalah seekor ngengat yang masuk ke dalam komputer dan mengganggu kinerjanya. Sejak saat itu, kata âbugâ mulai dipakai untuk menggambarkan kesalahan pada sistem komputer. Perbedaan Bug dengan Error Meskipun seringkali dianggap sama, bug dan error sebenarnya memiliki perbedaan. Bug adalah kesalahan yang terjadi karena kesalahan pengodean atau kesalahan dalam proses pengembangan, sedangkan error adalah kesalahan yang terjadi karena masalah pada perangkat keras atau lingkungan sistem. Dalam pengembangan software, debugging dilakukan untuk menemukan dan memperbaiki bug, sedangkan error handling dilakukan untuk mengantisipasi dan menangani error. Penyebab Bug Kesalahan pengkodean, masalah pada proses pengembangan software, dan faktor lingkungan serta perangkat keras adalah beberapa penyebab umum dari bug yang dapat mengganggu fungsionalitas suatu sistem atau aplikasi. Kesalahan pengkodean seringkali menjadi sumber utama dari bug. Contohnya, ketika kamu membuat kesalahan saat mengetikkan sintaks program atau menggunakan logika yang salah, hal tersebut dapat menyebabkan bug. Bug semacam itu bisa terjadi pada berbagai jenis aplikasi, termasuk software desktop, mobile app, website, dan game. Masalah pada proses pengembangan software juga dapat menyebabkan bug. Salah satu penyebab umum adalah kurangnya pengujian. Ketika kamu tidak menguji aplikasi dengan baik dan teliti, maka kamu mungkin tidak dapat menemukan bug yang ada pada sistem. Selain itu, jika kamu tidak memiliki proses pengembangan yang terstruktur dan dokumentasi yang baik, kamu mungkin kehilangan pemahaman tentang bagaimana aplikasi bekerja, yang dapat menyebabkan bug ketika kamu membuat perubahan pada aplikasi. Faktor lingkungan dan perangkat keras juga dapat menyebabkan bug pada sistem atau aplikasi. Beberapa contoh dari faktor ini adalah ketidakcocokan antara aplikasi dengan sistem operasi atau perangkat keras tertentu, kerusakan pada perangkat keras atau software yang digunakan, atau masalah pada jaringan atau internet. Jenis-Jenis Bug Bug atau kesalahan pada software adalah masalah umum yang sering dihadapi oleh pengguna di berbagai perangkat dan platform. Jenis-jenis bug yang dapat ditemukan antara lain Bug pada software desktop Software desktop adalah program yang dijalankan pada komputer atau laptop, seperti aplikasi pengolah kata atau perangkat lunak desain grafis. Bug pada software desktop dapat terjadi karena kesalahan pengkodean, masalah kompatibilitas sistem operasi, atau masalah pada proses pengembangan software. Bug pada mobile app Mobile app atau aplikasi mobile adalah program yang dijalankan pada perangkat mobile, seperti smartphone atau tablet. Bug pada mobile app dapat terjadi karena masalah pada proses pengembangan software, seperti kurangnya pengujian dan debugging, atau karena masalah pada sistem operasi mobile yang berbeda-beda. Bug pada website Website adalah halaman atau situs web yang diakses melalui internet. Bug pada website dapat terjadi karena masalah pada proses pengembangan website, seperti kesalahan pengkodean atau kurangnya pengujian, atau karena masalah pada perangkat keras dan lingkungan jaringan pengguna. Bug pada game Game adalah program permainan yang dijalankan pada perangkat, seperti komputer atau konsol game. Bug pada game dapat terjadi karena masalah pada proses pengembangan game, seperti kesalahan pengkodean atau kurangnya pengujian, atau karena masalah pada sistem operasi atau perangkat keras yang berbeda-beda. Cara Mengatasi Bug Saat kamu menemukan bug pada software, mobile app, website, atau game, yang pertama harus dilakukan adalah mencoba mereproduksi bug tersebut. Kamu perlu mencatat langkah-langkah yang dilakukan sebelum bug muncul, sehingga kamu bisa mengulanginya untuk menemukan bug yang sama. Setelah berhasil mereproduksi bug, kamu bisa mencari penyebabnya dan memperbaikinya. Jika kamu tidak bisa menemukan penyebab bug tersebut, kamu bisa meminta bantuan dari pengembang lain atau mencari referensi dari internet. Dalam beberapa kasus, bug mungkin disebabkan oleh masalah pada perangkat keras, sehingga kamu harus memperbaiki atau mengganti perangkat tersebut. Debugging adalah proses mencari dan memperbaiki bug pada software atau aplikasi. Berikut adalah beberapa langkah-langkah yang dapat kamu lakukan saat melakukan debugging 1. Cari tahu di mana bug terjadi. Kamu bisa menggunakan debugger atau log file untuk menemukan di mana bug tersebut Cari tahu apa yang menyebabkan bug. Periksa kode dan log file untuk mencari tahu apa yang membuat bug tersebut Buat perubahan yang diperlukan. Setelah kamu menemukan penyebab bug, kamu bisa membuat perubahan pada kode untuk Uji kembali aplikasi. Setelah kamu memperbaiki bug, uji kembali aplikasi untuk memastikan bahwa bug tersebut telah diperbaiki. Tips mencegah bug Selain melakukan debugging, ada beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk mencegah bug pada software atau aplikasi 1. Gunakan best practices saat mengembangkan software atau aplikasi. Gunakan kode yang bersih dan mudah dipahami, dan pastikan kamu melakukan testing secara Gunakan alat debugging dan monitoring. Alat ini dapat membantu kamu menemukan bug sebelum mereka menjadi masalah yang lebih Pelajari dari kesalahan yang terjadi. Jangan hanya memperbaiki bug yang muncul, tapi pelajari dari kesalahan tersebut agar kamu dapat mencegah bug yang sama terjadi di masa depan. Debugging Tools Debugging adalah proses mencari dan menghilangkan bug atau kesalahan pada software. Proses ini melibatkan penggunaan debugging tools atau alat bantu debugging untuk membantu mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan dalam kode. Debugging tools dapat membantu menghemat waktu dan usaha dalam mencari dan memperbaiki bug, serta meningkatkan efisiensi dan kualitas dari software yang dibuat. Berikut adalah beberapa debugging tools populer yang dapat membantu kamu dalam mencari dan memperbaiki bug 1. Visual Studio Debugger Visual Studio Debugger adalah alat bantu debugging yang sangat populer dan digunakan oleh banyak pengembang software. Alat ini menyediakan berbagai fitur seperti breakpoint, watch windows, dan call stack yang dapat membantu kamu dalam memperbaiki bug dengan cepat dan mudah. 2. Xcode Debugger Xcode Debugger adalah alat bantu debugging yang dikembangkan oleh Apple untuk mengembangkan aplikasi iOS dan MacOS. Alat ini menyediakan fitur seperti breakpoint, watch windows, dan console logs yang dapat membantu kamu dalam mencari dan memperbaiki bug pada aplikasi iOS dan MacOS. 3. Chrome DevTools Chrome DevTools adalah alat bantu debugging yang terintegrasi langsung dengan browser Google Chrome. Alat ini menyediakan fitur seperti inspect element, console logs, dan network monitor yang dapat membantu kamu dalam mengidentifikasi bug pada aplikasi web dan website. 4. Firebug Firebug adalah alat bantu debugging yang digunakan untuk memperbaiki bug pada website. Alat ini menyediakan fitur seperti inspect element, console logs, dan network monitor yang dapat membantu kamu dalam mengidentifikasi dan memperbaiki bug pada website. 5. Eclipse Debugger Eclipse Debugger adalah alat bantu debugging yang sering digunakan dalam pengembangan software Java. Alat ini menyediakan fitur seperti breakpoint, watch windows, dan call stack yang dapat membantu kamu dalam memperbaiki bug pada aplikasi Java. Contoh Kasus Bug Salah satu contoh kasus bug pada software terkenal adalah bug pada sistem operasi Windows 10. Pada tahun 2020, pengguna Windows 10 mengalami masalah dengan update Windows terbaru yang menyebabkan masalah dengan file dan folder. Pengguna melaporkan bahwa setelah melakukan update, mereka tidak bisa membuka file atau folder, atau bahkan kehilangan file dan folder yang ada di komputer mereka. Microsoft kemudian mengeluarkan patch untuk memperbaiki masalah tersebut, tetapi masalah ini mempengaruhi banyak pengguna dan menimbulkan ketidaknyamanan yang signifikan. Salah satu contoh kasus bug pada website terkenal adalah bug pada situs web Google. Pada tahun 2019, Google mengalami masalah dengan sistem verifikasi reCAPTCHA mereka. Pengguna melaporkan bahwa mereka tidak dapat menyelesaikan tes verifikasi reCAPTCHA, bahkan setelah menjawab pertanyaan dengan benar. Masalah ini mempengaruhi banyak pengguna yang tidak bisa mengakses layanan Google seperti Gmail, Google Drive, dan YouTube. Tim teknis Google kemudian memperbaiki masalah tersebut dan menyatakan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh bug pada sistem verifikasi reCAPTCHA. Kesimpulan Dalam dunia pengembangan software dan website, bug atau kesalahan dalam program seringkali terjadi. Bug dapat menyebabkan kerusakan pada sistem atau menyebabkan aplikasi tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu bug, penyebabnya, jenis-jenisnya, dan cara mengatasinya. Bug adalah kesalahan dalam program atau sistem yang dapat menyebabkan kerusakan atau tidak berfungsinya aplikasi dengan baik. Bug seringkali disebabkan oleh kesalahan dalam pengkodean, masalah pada proses pengembangan, atau faktor lingkungan dan perangkat keras. Perbedaan antara bug dan error adalah error terjadi ketika program atau sistem tidak dapat berfungsi sama sekali, sementara bug terjadi ketika program atau sistem berfungsi tetapi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Jenis-jenis bug meliputi bug pada software desktop, mobile app, website, dan game. Setiap jenis bug memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda-beda. Namun, cara untuk mengatasi bug adalah dengan menemukan dan memperbaiki bug serta melakukan debugging dengan langkah-langkah yang tepat. Selain itu, terdapat juga beberapa tips untuk mencegah terjadinya bug pada program atau sistem. Ada beberapa debugging tools yang dapat membantu para pengembang dalam menemukan dan memperbaiki bug pada program atau sistem, seperti debugging code, analisis heap, dan profiler. Setiap tools memiliki kegunaan dan fungsinya masing-masing. Namun, sebelum menggunakan debugging tools, sebaiknya para pengembang memahami terlebih dahulu cara kerja debugging tools tersebut. Contoh kasus bug pada software dan website terkenal dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bug dan cara mengatasinya. Beberapa contoh kasus bug pada software terkenal seperti Microsoft Windows dan Adobe Photoshop, sedangkan untuk website terkenal seperti Facebook dan Twitter. Para pengembang dapat mempelajari bagaimana bug tersebut terjadi dan bagaimana cara mengatasinya untuk menghindari terjadinya bug pada program atau sistem yang sedang mereka kembangkan. Dalam rangka mengatasi bug, para pengembang harus memahami dengan baik apa itu bug, penyebab, jenis-jenis, dan cara mengatasinya. Dengan begitu, para pengembang dapat menghindari terjadinya bug pada program atau sistem yang sedang mereka kembangkan, sehingga dapat meningkatkan kualitas dari program atau sistem yang mereka hasilkan.
Apa itu bug? Pertanyaan itu bisa menghasilkan dua macam jawaban. Jika kamu bertanya ke orang awam, mereka pasti akan menjawab bug adalah serangga. Tapi jika pertanyaan itu kamu tanyakan kepada programmer, jawabannya bukan lagi serangga. Sebab, mereka akan mengatakan bahwa bug adalah kegagalan atau cacat yang menyebabkan adanya error pada suatu program software sehingga program yang dibuat tidak dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Pada dasarnya, semua software yang pernah kamu temui dan bahkan software yang kamu gunakan sekarang punya resiko error. Sebagai programmer, mereka memiliki tanggung jawab untuk menangani âkecacatanâ itu secepat, seefektif, dan seefisien mungkin. Sumber Envato Namun, masih saja ada pertanyaan-pertanyaan yang paling sering dipertanyakan banyak orang, khususnya programmer pemula dan software tester di luar sana adalah apa itu bug? Mengapa perangkat lunak pasti memilikinya? Dan bagaimana cara menghilangkannya? Kamu beruntung karena artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara sederhana dan lengkap. Apa Itu Bug? Singkatnya, bug pada program komputer adalah suatu kecacatan atau kegagalan operasi sistem perangkat lunak. Dengan adanya apa itu bug membuat program mengeluarkan output yang salah atau tidak sesuai atau bahkan tidak diinginkan oleh pengguna. Contoh sederhananya pada kalkulator. Saat kamu menjumlahkan angka 1 dan 2, maka hasil yang seharusnya ditampilkan adalah 3 bukan? Nah, kalkulator yang memiliki bug akan mengeluarkan penjumlahan angka yang salah, misal 4. Mengapa Perangkat Lunak Punya Bug? Pada dasarnya, setiap aplikasi perangkat lunak yang ada di dunia ini telah melewati beberapa siklus pengujian testing sebelum dirilis ke pengguna akhir end user. Tim pengujian menguji aplikasi menggunakan serangkaian kasus uji yang ditulis berdasarkan persyaratan yang telah dibuat sebelumnya. Saat menjalankan uji kasus, jika penguji menemukan hasil yang tidak terduga, mereka menandainya sebagai bug dan melaporkannya kepada programmer untuk memperbaikinya. Lalu, yang menjadi pertanyaannya, âapa penyebab kemunculan error pada program komputer?â. Simak beberapa jawabannya di bawah ini. Kesalahan Programmer Kesalahan program yang tidak sengaja dibuat oleh programmer itu sendiri saat coding aplikasi. Keberadaan apa itu bug bisa disebabkan oleh kesalahan logis, kesalahan penulisan sintak, kesalahan semantik, dan kurangnya unit testing dan debugging. Kompleksitas Perangkat Lunak Kompleksitas aplikasi perangkat lunak saat ini bisa menjadi rintangan bagi programmer yang tidak memiliki pengalaman dalam pengembangan perangkat lunak modern. Antarmuka tipe Windows, Client-Server, Aplikasi Terdistribusi, Komunikasi Data, dan basis data relasional yang sangat besar semuanya berkontribusi pada pertumbuhan eksponensial dalam kompleksitas perangkat lunak atau sistem. Keterbatasan Waktu Pengujian Kurangnya pengujian karena waktu pengembangan produk yang terbatas atau tidak memiliki penguji yang handal untuk menguji aplikasi secara menyeluruh dapat menjadi masalah selanjutnya yang menghalangi pendeteksian apa itu bug berupa masalah dan cacat. Miskomunikasi Antar Pihak Berwenang Sering adanya perubahan dalam persyaratan pengembangan program sehingga menyebabkan miskomunikasi di antara klien, business analysts, programmer dan penguji. Mengubah Persyaratan Seperti yang sudah sempat disebut di poin keempat di atas, customer yang berperan sebagai stakeholder mungkin tidak memahami efek dari perubahan rencana pengembangan produk. Misalnya mendesain ulang dan menjadwal ulang jobdesk programmer sehingga program yang sudah selesai mungkin harus dibuat ulang atau bahkan dibuang. Dalam kasus ini, para developer dan programmer harus memahami risiko yang dihasilkan dan ahli QA & testing harus merencanakan strategi pengujian ekstensif berkelanjutan untuk menjaga program dari apa itu bug tidak lepas kendali. Dokumentasi Pengembangan yang Buruk Keadaan semakin buruk ketika programmer baru lah yang mengerjakan kode program sehingga mereka mungkin akan bingung karena kerumitan program dan kode yang tidak terdokumentasi dengan baik. Alhasil, sulit untuk memelihara dan memodifikasi kode program yang ditulis atau didokumentasikan dengan buruk yang hasilnya kini kita tahu dari apa itu bug perangkat lunak. Bagaimana Cara Menghilangkan Bug? Perlu kamu ketahui lebih dalam dari apa itu bug bahwa kecacatan dalam program komputer memiliki siklus hidup. Pertama, saat sumber error sistem ditemukan, bug tersebut berada dalam status newâ. Lalu saat dilaporkan ke programmer, statusnya menjadi assignedâ. Disaat programmer bekerja untuk memperbaikinya, statusnya dalam keadaan openâ. Jika masalah telah diperbaiki, itu ditandai sebagai fixedâ. Setelah itu penguji mulai menguji aplikasi lagi untuk memeriksa apakah masalah tetap ada. Selama waktu ini error pada program dalam status testâ. Jika masalah tidak lagi berlanjut, penguji menandainya sebagai verifiedâ dan kemudian berstatus closedâ jika sudah dikonfirmasi. Jika masalah berlanjut, maka program dipindahkan ke status re-openedâ. Nah, agar programmer bisa melakukan semua siklus tadi dengan mudah dan lancar, berikut ini kami rangkum beberapa cara yang bisa digunakan untuk menghilangkan error. Check this out! Jangan Asal Memperbaiki Error Jika kamu menemukan potensi error, jangan langsung buru-buru menghilangkannya. Atau malah kamu akan menambahkan dampak buruk error pada programmu. Terlebih apabila kamu menemukan error tertentu yang hanya memengaruhi sebagian kecil fungsi program, cara ini bisa kamu gunakan. Dalam alur kerja pengembangan program yang sehat, dengan kamu mengetahui apa itu bug, kamu harus memprioritaskan bug dari area pengembangan lainnya. Misalnya upaya mengembangkan fitur baru, arsitektur program, dan pekerjaan infrastruktur. Sumber Envato Gunakan Issue Tracker Sejatinya kamu tidak bisa memperbaiki error yang tidak kamu ketahui asal-usulnya. Oleh karena itu, issue tracker adalah bagian penting dari toolbox untuk merekam dan menyelesaikan apa itu bug sendiri. Issue tracker dapat digunakan untuk menyimpan daftar error saat ini, memprioritaskan nya, merekam informasi, dan mengkomunikasikan status kembali ke staf pendukung seperti programmer atau pengguna. Kamu bisa gunakan issue tracker milik GitHub dan GitLab. Mengumpulkan Semua Informasi Error Kamu bisa melakukan tahapan ini dengan membuat laporan tentang apa itu bug issue. Laporan bug yang dibuat dengan baik harus memiliki struktur berikut Langkah-langkah mereproduksi program Fungsi program yang diharapkan Fungsi yang sebenarnya terjadi Konfigurasi sistem yang digunakan untuk membantu menghilangkan error Catatan Langkah-langkah untuk mereproduksi harus sedetail dan sespesifik mungkin. Programmer harus menyertakan konteks yang relevan, misalnya jenis file yang dimuat dalam perangkat lunak pada saat itu atau status lainnya. Buatlah Asumsi Atau Kemungkinan Jawaban Setelah kamu memiliki laporan bug yang solid lengkap dengan informasi tentang konteks seputar apa itu bug, ada baiknya untuk menuliskan beberapa asumsi faktor-faktor sebagai prasyarat masalah dan teori awal memungkinkan mengeksplorasi error pada program. Mulai Perbaiki Error Cara yang baik untuk mulai mempersempit masalah dan mulai memperbaiki bug adalah mulai dengan menghilangkan error yang terlihat jelas sehingga akan mudah diuji. Namun, tahapan yang buruk dalam memperbaiki apa itu bug akan membuat programmer bisa menghabiskan banyak waktu untuk menempuh jalan yang salah. Oleh karena itu, kamu bisa gunakan beberapa perangkat berikut ini. Debugger Debugger adalah tools yang sangat berharga dalam perangkat pengembang yang dapat menghemat banyak waktu programmer untuk memperbaiki program. Kebanyakan IDE seperti Xcode, Visual Studio, IntelliJ memiliki debugger bawaan, tetapi jika kamu lebih suka menggunakan text editor, kamu bisa gunakan debugger GDB GNI Project Debugger. Sedangkan dalam pengembangan web, sebagian besar browser sudah memiliki debugger bawaan. Buatlah Program Cadangan Untuk Pengujian Dalam program yang besar dan kompleks, programmer cenderung memiliki banyak hal yang mempengaruhi status program. Oleh karena itu pendekatan alternatif untuk debugging adalah dengan membuat program cadangan untuk pengujian kecil yang dapat mereproduksi bug yang kita alami. Hal ini dapat dilakukan dengan menyalin kode yang relevan dari aplikasi utama ke aplikasi pengujian yang baru dan kemudian menyalin potongan kode yang relevan untuk selanjutnya diperiksa apakah masih ada error. Periksa Ulang Arsitektur Program Selain memperbaiki setiap error secara individual, kamu bisa memeriksa kembali alur kerja atau arsitektur program dan mencari solusi keseluruhan yang lebih baik. Walaupun cara ini sedikit berisiko karena tidak membuat kamu bisa memperbaiki error dengan cepat. Arsitektur dasar pada program yang lebih solid memungkinkan adanya lebih sedikit error dan dapat membuat pengembangan fitur program lebih cepat dan mudah. Jangan Takut Program Kamu Punya Bug, Hadapi Saja! Jadi bagaimana, sudah paham apa itu bug serta penyebab dan cara memperbaiki program yang terkena error? Harapannya melalui artikel ini juga, kamu bisa mengatasi program yang error yang disebabkan bug dengan menerapkan beberapa cara terbaik di setiap tahap proses software atau web development. Meskipun tidak semua error akan hilang 100% dari program. Sumber Envato Apabila kamu sudah stuck atau bingung harus mengatasi error dengan cara apa lagi, kamu bisa bertanya ke teman atau orang yang ahli dalam âpemberantasanâ bug yaitu bug bounty. Setidaknya, dengan mengurangi resiko error dalam suatu program, para programmer juga mengurangi kemungkinan terburuk program bisa di hack oleh hacker. Selain itu, kamu juga bisa mencegah terjadinya hacking pada program website dengan menggunakan SSL atau Secure Socket Layer. Kamu bisa dapatkan SSL terbaik se-Indonesia di DomaiNesia, lho!
langkah yang tidak tepat untuk mencari bug dengan google adalah